Sayap Garuda Patah di Kantor Dinas Pertanian Semarang, Pemkot Pastikan Faktor Cuaca dan Langsung Diturunkan

    Sayap Garuda Patah di Kantor Dinas Pertanian Semarang, Pemkot Pastikan Faktor Cuaca dan Langsung Diturunkan

    SEMARANG - Sebuah insiden tak terduga menggemparkan warga Semarang pada Sabtu sore (27/12/2025) ketika lambang kebanggaan bangsa, Garuda Pancasila, yang menghiasi fasad depan Gedung Dinas Pertanian Kota Semarang, Jawa Tengah, di kawasan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Satu dari dua sayap garuda yang megah dilaporkan patah dan terlepas, menimbulkan keprihatinan mendalam akan pemeliharaan simbol kedaulatan negara.

    Pantauan di lokasi kejadian pada Sabtu sore itu menunjukkan betapa mencoloknya kerusakan tersebut, mengganggu keutuhan visual simbol yang memiliki makna mendalam bagi setiap rakyat Indonesia. Keterkejutan publik semakin mengemuka mengingat Garuda Pancasila bukan sekadar ornamen, melainkan representasi otoritas dan kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sepatutnya dijaga kesuciannya, terutama di lingkungan instansi pemerintahan.

    Menanggapi ramainya sorotan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, SP, segera angkat bicara memberikan klarifikasi resmi. Beliau menegaskan bahwa insiden ini murni disebabkan oleh faktor alam, bukan unsur kesengajaan. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir menjadi biang keroknya.

    “Lambang Burung Garuda yang terpasang terkena hujan angin beberapa hari ini, terutama pada tanggal 26 Desember 2025, sehingga terjadi kerusakan, ” ujar Shoti’ah kepada wartawan, Minggu (28/12/2025).

    Shoti’ah menambahkan, sebelum memasuki momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kondisi lambang negara tersebut masih dalam keadaan prima dan utuh. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kerusakan terjadi secara tiba-tiba akibat kekuatan alam yang tak terduga.

    “Sebelum libur Nataru, kondisinya masih baik, ” jelasnya.

    Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan penghormatan tertinggi terhadap simbol negara, Dinas Pertanian Kota Semarang tidak berdiam diri. Tindakan cepat diambil pada Minggu pagi (28/12/2025) dengan menurunkan sementara lambang negara yang rusak dari posisinya.

    “Pagi hari ini sudah ditindaklanjuti dan lambang negara sudah kami turunkan, ” tegas Shoti’ah.

    Lebih lanjut, Shoti’ah menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat atas kejadian yang di luar kendali ini. Beliau juga mengapresiasi perhatian publik yang dinilainya sebagai cerminan kepedulian terhadap kehormatan simbol negara.

    “Kami mohon maaf karena kejadian ini memang di luar kendali kami, dan terima kasih atas koreksi serta perhatian dari masyarakat, ” tambahnya.

    Sebelumnya, kekhawatiran sempat diutarakan oleh sejumlah warga Banyumanik. Mereka menilai kondisi lambang negara yang rusak di kantor pemerintahan dapat memberikan citra kurang baik mengenai perhatian terhadap simbol negara jika tidak segera ditangani. Respons cepat dari pemerintah dinilai krusial untuk menghindari persepsi negatif di kalangan masyarakat.

    “Ini bukan sekadar persoalan estetika, tetapi menyangkut penghormatan terhadap simbol kedaulatan. Respons cepat pemerintah sangat penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, ” ujar Ardi, warga setempat.

    Kejadian ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Aturan tegas menyebutkan bahwa lambang negara wajib dipasang dengan benar, terpelihara, dan dijaga kehormatannya. Kerusakan fisik lambang negara yang dibiarkan dapat mengikis kewibawaan simbol bangsa di ruang publik.

    Dengan diturunkannya lambang negara yang rusak, Dinas Pertanian Kota Semarang berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang agar insiden serupa tidak terulang kembali.

    (Aktivis)

    garudapancasila simbolnegara dinaspertaniansemarang pemkotsemarang kontrolpublik banyumanik kehormatannkri cuacaekstrem
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Pagar Nusa Tuntut Keadilan Usai Anggota...

    Artikel Berikutnya

    Unwahas Gaungkan Aksi Hijau Nasional, Mahasiswa...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Wujudkan Ketahanan Pangan, Rutan Rembang Ikuti Panen Raya Serentak
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bapas Nusakambangan Ikuti Panen Raya Serentak
    Persit KCK Kodim Temanggung: Fondasi Harmoni Keluarga Prajurit
    Persit KCK Kodim Temanggung Pererat Silaturahmi demi Harmoni Keluarga
    Polresta Magelang Siagakan Bhayangkara Amankan Lokasi Longsor Borobudur

    Ikuti Kami