SEMARANG - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam merawat bumi dan masa depan generasi melalui rencana penyelenggaraan National Student Conference on Sustainability bertajuk “From Green Minds to Green Actions, Empowering Young Generation for Real Actions”.
Seminar nasional ini mengajak mahasiswa se-Indonesia tidak berhenti pada wacana, tetapi berani melangkah pada aksi nyata penghijauan dan keberlanjutan lingkungan, Senin (05\01\2026).
Kegiatan tersebut akan digelar pada Rabu, 22 Januari 2026, bertempat di Kampus 2 Fakultas Farmasi Unwahas, Nongkosawit, Gunungpati, Semarang, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air sebagai peserta dan penggerak perubahan.
Ketua Panitia, Adi Joko Purwanto, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program hibah internasional.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian hibah yang didanai Uni Eropa sejak 2023 melalui Erasmus+ dalam proyek ECOGreen, yang berfokus pada kewirausahaan hijau serta kolaborasi universitas di Eropa dan Indonesia, ” tegas Adi Joko Purwanto, yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Taiwan.
Ia menambahkan, tujuan utama seminar adalah menjembatani kesadaran ekologis (green minds) dengan tindakan konkret (green actions) melalui diskusi, berbagi praktik baik, serta inspirasi kebijakan dan inovasi berkelanjutan yang aplikatif.
Seminar nasional ini akan menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH. Taj Yasin Maimoen, sebagai pembicara kunci.
Dalam pidatonya, ia dijadwalkan menyoroti peran strategis generasi muda dalam transisi menuju pembangunan hijau, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, Rektor Unwahas Semarang, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM, akan memberikan sambutan dengan menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mencetak agen perubahan berwawasan keberlanjutan.
Koordinator Unwahas ECOGreen Project, Lutfi Aris Sasongko, S.TP., M.Si., mengungkapkan bahwa seminar ini menghadirkan narasumber lintas sektor. Di antaranya H. Hoho Alkaf, S.H., M.H., Kepala Desa Purwasaba, Banjarnegara, yang akan berbagi praktik keberlanjutan di tingkat desa, Marlis Afridah, M.Sc., Founder dan CEO Green Network Asia, yang mengulas jejaring kepemimpinan muda dalam agenda keberlanjutan global; serta M. Taufiq Maisur, S.T., Direktur CV Anugrah Agung, yang membahas kontribusi dunia usaha dalam mendukung ekonomi hijau.
Panitia membuka pendaftaran gratis bagi peserta dengan kuota terbatas 250 orang, lengkap dengan fasilitas sertifikat dan konsumsi.
Pendaftaran dibuka hingga 12 Januari 2026.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring nasional dan internasional, serta merumuskan aksi konkret menjawab tantangan lingkungan.
“Melalui seminar ini, mahasiswa tidak hanya didorong memahami isu keberlanjutan secara konseptual, tetapi juga diharapkan mampu mentransformasikannya menjadi langkah nyata yang berdampak bagi masyarakat, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global, ” tegas Adi Joko Purwanto.
(Agus F/Djarmanto-YF2DOI)
