TEMANGGUNG - Kodim 0706/Temanggung menjadi saksi bisu pertemuan strategis yang mengukuhkan fondasi intelijen pertahanan Indonesia. Hari ini, Selasa (18/11/2025), markas tersebut menjadi tuan rumah Forum Komunikasi Aparat Intelijen (FKAI) Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 di jajaran Korem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro. Sebuah momen krusial yang dipimpin langsung oleh Wakil Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Pembinaan Intelijen (Waasintel Kasad Bid. Bin Intel), Brigjen TNI Ari Prasetya, S.E.
Kehadiran Brigjen TNI Ari Prasetya beserta jajarannya, termasuk Letkol Inf Irawan Setya Kusuma dan Serka Irwan Nugroho Saputra, disambut hangat oleh Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., serta para Perwira Staf dan Danramil. Tak ketinggalan, Pabandya Gal Sinteldam IV/Diponegoro, serta anggota Staf dan Unit Intel dari Kodim 0706/Temanggung dan Kodim 0707/Wonosobo turut hadir, memperkuat sinergi yang terjalin.

Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., tak dapat menyembunyikan rasa bangga atas kunjungan kehormatan ini. Ia melihatnya sebagai pengobar semangat bagi seluruh prajurit intelijen di satuan tersebut.
"Kunjungan ini tentunya menjadi momentum yang sangat berarti dan motivasi besar bagi kami dalam melaksanakan tugas pokok serta pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya di bidang intelijen Angkatan Darat, " ujar Letkol Inf Hermawan.
Ia menambahkan, pertemuan ini diharapkan menjadi jembatan untuk menyerap arahan, masukan berharga, dan petunjuk langsung dari pimpinan, sekaligus memberikan gambaran autentik tentang tantangan di lapangan. Kodim 0706/Temanggung siap membuka diri terhadap segala bentuk pengawasan dan evaluasi demi penyempurnaan kinerja dan peningkatan profesionalisme.
Brigjen TNI Ari Prasetya, S.E., dalam arahannya menegaskan urgensi efektivitas setiap kegiatan FKAI yang bersumber dari anggaran negara. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan haruslah memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh anggota intelijen.
Dalam sesi diskusi yang mendalam, Brigjen Ari Prasetya menggarisbawahi esensi integritas seorang aparat intelijen. Ia membandingkan bahwa profesionalisme sejati tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, namun lebih pada kejujuran dalam menyampaikan informasi kepada komandan. Sekalipun itu adalah berita pahit, kebenaran harus diutamakan agar pimpinan dapat mengambil keputusan yang tepat dan memitigasi risiko berdasarkan data yang akurat.
Lebih lanjut, Brigjen Ari Prasetya menyoroti betapa vitalnya kolaborasi erat antara aparat intelijen dari berbagai lembaga, seperti BIN, BAIS, BNN, dan Kepolisian. Sinergi ini menjadi kunci untuk mencegah tumpang tindih tugas atau potensi gesekan di lapangan, yang merupakan salah satu alasan fundamental pembentukan FKAI. Ia juga mengingatkan seluruh personel intelijen agar menjauhi segala bentuk aktivitas ilegal, termasuk usaha tambang liar, demi menjaga marwah dan integritas institusi.
Kunjungan FKAI di Temanggung ini menjadi penegasan kuat dari pimpinan TNI AD mengenai pentingnya peningkatan kualitas data intelijen dan penguatan sinergi lintas satuan dan instansi. Tujuannya jelas: membekali para aparat intelijen agar menjadi garda terdepan yang profesional, cerdas, dan senantiasa dapat diandalkan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Updates.