KEBUMEN - Di tengah hiruk pikuk pembangunan fisik program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, ada cerita hangat yang terjalin di pinggir jalan desa. Jumat (20/2/2026) menjadi saksi bisu bagaimana anggota Satgas TMMD tak ragu menyisihkan waktu untuk menyapa sekumpulan ibu-ibu yang sedang memanggul rumput di pundak mereka.
Langkah para prajurit yang sedang menuju lokasi pekerjaan mendadak melambat saat melihat pemandangan yang akrab di mata mereka. Percakapan singkat pun mengalir, menyentuh denyut kehidupan para perempuan tangguh itu. Mereka berbagi cerita tentang rutinitas harian mencari pakan ternak yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, tentang kondisi keluarga, hingga harapan terindah dari hasil panen dan ternak yang mereka kelola.

Susi (46), salah seorang warga, tak bisa menyembunyikan keterkejutannya sekaligus rasa senang. Ia mengaku tak menyangka akan mendapat sapaan hangat dan pertanyaan kabar dari anggota TNI.
"Kami tidak menyangka akan disapa dan ditanya kabar. Rasanya diperhatikan dan jadi tambah semangat, " ujarnya.
Bagi para ibu-ibu ini, mencari rumput bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari demi memastikan ternak mereka terawat. Aktivitas ini kerap mereka lakoni sejak dini hari, menempuh jarak yang tidak dekat. Sapaan sederhana dari para prajurit, menurut mereka, menjadi suntikan moral yang berharga di tengah lelahnya pekerjaan.
Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan esensi kehadiran prajurit dalam program TMMD yang sejatinya harus menyentuh sisi sosial masyarakat.
"TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kedekatan hati. Prajurit harus hadir sebagai sahabat rakyat menyapa, mendengar, dan memahami kehidupan mereka, " tegasnya.
Ia menambahkan bahwa interaksi sosial semacam inilah yang menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat, yang selama ini menjadi jiwa dari setiap pelaksanaan TMMD.
Potret singkat di jalan Desa Somagede ini sejatinya adalah pengingat bahwa pembangunan tak melulu soal beton dan material. Di balik setiap proyek fisik yang berjalan, ada sentuhan empati dan komunikasi tulus yang secara perlahan namun pasti, memperkuat ikatan emosional antara TNI dan masyarakat.
Di sepanjang punggung jalan desa itu, hangatnya sebuah sapaan menjadi pengingat yang manis bahwa pengabdian sejati seringkali terwujud dalam tindakan-tindakan sederhana, namun dampaknya bisa sangat besar bagi mereka yang merasakan.
