KEBUMEN - Di tengah hamparan sawah yang menguning keemasan di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, semangat gotong royong justru semakin terasa. Bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi fokus utama gelaran TMMD Reguler ke-127 oleh Kodim 0709/Kebumen, namun juga jalinan kedekatan emosional dengan para petani setempat.
Jumat pagi, (20/2/2026), saat matahari mulai menghangatkan bumi, kesibukan para petani membolak-balik gabah di sepanjang ruas jalan desa menjadi pemandangan yang tak asing. Di sela aktivitas padat tersebut, beberapa prajurit Satgas TMMD tak ragu menghampiri, menawarkan obrolan santai. Percakapan mengalir mulai dari cerita tentang hasil panen yang melimpah, harapan terhadap cuaca yang mendukung, hingga persiapan untuk musim tanam berikutnya.

Kehadiran dan perhatian yang diberikan para anggota TNI ini disambut hangat oleh warga. Parjo (56), salah seorang petani, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami merasa diperhatikan. Disapa dan ditanya soal panen membuat kami merasa dekat dengan bapak-bapak TNI, ” katanya.
Ia menambahkan bahwa hasil panen kali ini memang sangat membantu perekonomian keluarganya, meski tantangan cuaca selalu menjadi faktor penentu kualitas gabah. Baginya, dialog langsung dengan prajurit memberikan dorongan semangat yang tak ternilai.
Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan pentingnya aspek sosial dalam pelaksanaan TMMD.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga membangun kebersamaan. Prajurit harus hadir di tengah masyarakat, memahami kehidupan mereka, dan menjadi bagian dari solusi, ” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat merupakan pondasi kuat untuk kolaborasi dalam setiap program pembangunan, termasuk dalam upaya mendukung sektor pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi desa.
Momen singkat di antara hamparan gabah yang menguning itu menjadi bukti nyata bahwa TMMD lebih dari sekadar proyek pembangunan fisik. Ini adalah tentang merajut kebersamaan, mempererat hubungan antar sesama. Di Desa Somagede, kemanunggalan antara prajurit dan petani tumbuh subur seiring dengan musim panen, memupuk harapan akan masa depan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.
