YOGYAKARTA - Dalam upaya peningkatan kualitas layanan dan pembinaan, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan yang dipimpin langsung oleh Kalapas Teguh Suroso, melaksanakan studi tiru ke Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Jum'at (24/10/2025).
Kedatangan rombongan, yang terdiri dari Kaur Umum, Kasubsi Registrasi, JFT, JFU, dan CPNS, disambut hangat oleh Kalapas Kelas IIA Yogyakarta, Marjiyanto, didampingi Kasubbag TU Desy Afneliza.

Kunjungan ini berfokus mendalami berbagai inovasi unggulan yang telah membawa Lapas Yogyakarta meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Delegasi Lapas Pekalongan secara intensif mempelajari beberapa kunci keberhasilan Lapas Yogyakarta, antara lain: Inovasi Pelayanan Publik: Rombongan meninjau langsung alur kunjungan yang tertib dan efisien, serta mengamati operasional Ruang Ascena (Assessment Center Narapidana).
Ascena merupakan aplikasi berbasis IT yang menjadi terobosan Lapas Yogyakarta dalam memastikan transparansi pemberian hak-hak narapidana, seperti remisi dan integrasi, yang didasarkan pada Standar Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).
Program Kemandirian Unggulan: Tim Lapas Pekalongan juga melihat langsung program kemandirian Warga Binaan dalam memproduksi Bakpia Mbah Wiro 378.
Pengelolaan Fasilitas Internal: Selain itu, rombongan turut mempelajari tata kelola fasilitas vital seperti dapur, klinik, dan kantin yang dikelola secara profesional oleh Lapas, sebagai bagian integral dari pelayanan prima dan pembinaan Warga Binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Pekalongan, Teguh Suroso, menyampaikan, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas izin kunjungan dan sambutan hangat ini.
"Kami datang untuk belajar dan mengadopsi keberhasilan Lapas Yogyakarta, khususnya inovasi WBK dan program kemandirian agar dapat kami implementasikan di Lapas Pekalongan, " ungkapnya
Kalapas Kelas IIA Yogyakarta, Marjiyanto, menyampaikan, Selamat datang kepada Bapak Kalapas beserta jajaran dari Lapas Pekalongan.
"Kami sangat bangga Lapas Yogyakarta dapat menjadi rujukan studi tiru. Semoga ilmu dan pengalaman yang kami bagikan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mewujudkan pelayanan publik dan pembinaan yang lebih baik di Lapas Pekalongan, " ungkapnya.
Studi tiru ini diharapkan menjadi bekal penting bagi Lapas Pekalongan untuk mengadopsi praktik terbaik dan menghadirkan inovasi serupa demi terwujudnya Zona Integritas menuju WBK di Lapas Pekalongan.
(Humas Lapas Pekalongan)

Rizal