Kodim 0716/Demak Gerak cepat Bantu Evakuasi Banjir di Demak  

    Kodim 0716/Demak Gerak cepat Bantu Evakuasi Banjir di Demak   
    Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB) Kodim 0716/Demak lakukan Gerak cepat melaksanakan Tindakan evakuasi dan SAR bagi warga di wilayah Kecamatan Guntur

    Demak, – Tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jebol akibat tingginya debit air pada Jumat (3/4/2026). Peristiwa ini menyebabkan banjir merendam sedikitnya enam desa yang tersebar di tiga kecamatan.

    Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, tanggul jebol terjadi di dua titik, yakni di Dukuh Solondoko dan Dukuh Solowere, Desa Trimulyo. Jebolnya tanggul dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu yang membuat volume air Sungai Tuntang meningkat signifikan.

    “Kenaikan debit air membuat tanggul tidak mampu menahan tekanan, sehingga jebol di dua lokasi, ” ujar Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono.

    Banjir kemudian menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Guntur, meliputi Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, dan Sumberejo, dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Di Dukuh Solondoko, empat rumah warga dilaporkan rusak akibat derasnya arus banjir.

    Dampak banjir juga meluas ke Kecamatan Karangtengah dan Wonosalam. Di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, sekitar 150 rumah atau sekitar 600 jiwa terdampak banjir. Selain itu, dua unit tempat ibadah turut terendam.

    “Kami telah melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman dan menyiapkan sejumlah titik pengungsian, ” kata Agus.

    Sementara itu, Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB) Kodim 0716/Demak lakukan Gerak cepat melaksanakan Tindakan evakuasi dan SAR bagi warga di wilayah Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, yang terdampak banjir akibat jebolnya beberapa tanggul Sungai Tuntang.

    Sejumlah 100 personel Kodim 0716/Demak dikerahkan, Tenda pengungsian serta Dapur umum Lapangan TNI pun telah didirikan serta 11 unit LCR sudah beroperasi sampai saat ini.

    TNI bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Polri, dinas sosial, PMI, serta relawan terus melakukan penanganan di lapangan. Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, hingga penguatan tanggul darurat menggunakan karung pasir.

    BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain normalisasi Sungai Tuntang, penguatan tanggul di titik rawan, serta bantuan logistik berupa pangan dan sandang bagi warga terdampak.

    Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.(Red)

     

     

    demak jateng
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    WFH ASN Tiap Jumat Segera Berlaku di Jateng,...

    Artikel Berikutnya

    Kodim 0716/Demak Turunkan LCR Bantu Warga...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kodim 0716/Demak Gerak cepat Bantu Evakuasi Banjir di Demak   
    KDKMP Rowokele Hampir Selesai, Fasilitas Modern Siap untuk Warga
    Jembatan Merah Putih Kalipoh Mulai Dibangun, TNI-Warga Sinergi Majukan Ekonomi
    KPK Dalami Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo
    Dorong Transisi Energi, Sugeng Suparwoto: Elektrifikasi Kendaraan dan Kompor Jadi Kunci

    Ikuti Kami