SRAGEN - Di balik hamparan jalan tanah yang membelah Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, tersimpan harapan besar masyarakat akan akses yang lebih layak dan masa depan yang lebih baik. Harapan itu kini mulai menemukan pijakan nyata melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128.
Komitmen tersebut terlihat saat Dandim 0725/Sragen, Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P., selaku Dansatgas TMMD, turun langsung meninjau lokasi rencana pengecoran jalan pada Senin (27/4/2026). Dengan langkah menyusuri jalur yang akan dibangun, ia mengamati setiap detail kondisi lapangan mulai dari kontur tanah hingga titik-titik krusial yang menjadi akses utama warga.

Peninjauan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga diharapkan dapat segera bertransformasi menjadi akses yang lebih layak, aman, dan mendukung peningkatan ekonomi desa.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Jalan ini nantinya bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga, ” tegas Letkol Inf Dindin Rohidin di sela kegiatan.
Menurutnya, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.
Sementara itu, warga Desa Puro menyambut baik perhatian yang diberikan oleh jajaran TNI. Kehadiran langsung Dansatgas di lokasi dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam merencanakan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami sangat berharap jalan ini segera selesai. Selama ini akses cukup sulit, terutama saat musim hujan. Kalau sudah bagus, tentu akan sangat membantu aktivitas kami sehari-hari, ” ujar Joko (37), salah satu warga setempat.
Program TMMD Reguler ke-128 di Desa Puro menjadi simbol kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan desa. Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, kegiatan ini menghadirkan optimisme baru bahwa dengan gotong royong dan kepedulian bersama, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dapat terwujud.
(Agung)
